Suatu siang di sebuah gang yang selalu ramai. Gang yang, wah, menjadi salah satu akses utama mahasiswa menuju kampus untuk menuntut ilmu, buat pacaran, atau cuma buat sekedar hotspot. Saat itu tampak dua sosok mahasiswa sedang bercakap-cakap dengan rona yang cukup serius. Aku pun mulai mendekati dua jiwa yang sedang asik berdiskusi tersebut. Huh, ada yang bilang klo nguping itu ga baik. Tapi aku ga peduli, toh untuk sebuah pengalaman dan sebuah ilmu ga ada salahnya kan? Terdengar olehku percakapan yang cukup untuk membuat adrenalinku aktif. Sebut saja dua mahasiswa itu Chain dan Abel. (Ya, Chain and Abel, mungkin para hacker, cracker, script kiddies, dan lamer sudah tidak asing dengan tools tersebut.)
Chain : Sebentar lagi lo bakal liat sesuatu yang akan meruntuhkan iman lo, Bel?
Abel : Weks, maksud lo? Gw tau men lo komunis, tapi jangan gitu donk sama gw!
/* Wah, tampaknya perbincangan semakin seru. Sepertinya Chain sadar klo aku ikut mendengarkan percakapan mereka. Tapi “pura-pura liat majalah mode on” aja di sebuah lapak majalah. (Maaf, pake kata lapak, apa ya yang kira-kira tepat?) */
Chain : Ini dia, Bel, sebentar lagi!
Abel : Men, lo buat gw takut aje!
Chain : Ga, Bro, ngapain gw nakut-nakutin lo, cuma mau buktiin sesuatu aja! Here we go!
/* Aku juga tidak begitu memahami maksud “here we go” yang Chain katakan. */
Chain : Bel, liat kan pasangan itu?
Abel : Iya liat, emang kenapa masalahnya Chain? Iman gw masih teguh kok!
/* Ya, aku juga melihat. Sepasang mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berjalan berdua. Aku perhatikan tidak ada sesuatu yang aneh dengan pasangan tersebut. Tiba-tiba saja Chain berkata dengan tegas! */
Chain : Bel, lo liat deh! Pasangan itu, cewe nya cantik banget tapi cowo nya ya ampun!!! Ga banget!! Bagaikan langit dengan bumi, Bel!
Abel : Lho? Emang iya cewe nya cantik banget. Iya sih cowo nya emang kaya gitu. Tapi, terus kenapa, Chain? Masalahnya dimana?
/* Apa yang aku pikirkan sama persis dengan yang berada di benak Abel. Aku belum dapat memahami maksud Chain. */
Chain : Bel, itulah! Itulah bukti Tuhan itu ga ada, Bel! Sekalipun Tuhan itu ada, Tuhan itu ga adil! Cewe cantik pasangannya cowo yang ga banget! Lo udah ngerti, Bel, maksud gw?
/* Abel pun tidak tahu lagi jawaban apa yang tepat untuk Chain. */
Begitulah akhir percakapan kedua mahasiswa tersebut. Saudaraku, benarkah apa yang dikatan Chain bahwa Tuhan itu tidak ada, sekalipun ada Tuhan itu tidak adil? Apakah yang ada dibenak Anda saat ini?
Jadi teringat sebuah film yang berjudul “Wallstreet“. Pada film itu ada sebuah adegan ketika Gordon Gekko (Michael Douglas), sang jutawan, menasihati, Bud Fox (Charlie Sheen), “Bud, kamu liat pengemis itu! Apa yang membuat dia menderita kemiskinan? Apakah itu karena takdir?”
Saudaraku, cerita ini masih terus berlanjut. Apakah Anda ingin mengetahui jawaban dari judul cerita diatas? “Tuhan, Adakah?”
“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku.” Q.S. Al Fajr (Waktu Fajar) : 26-30
Terima kasih untuk partner skripsiku, Ibadurrahman, yang telah banyak share tentang segalanya …
Tidak masalah si Chain tidak percaya adanya Tuhan, tapi kalau Tuhan tidak percaya adanya si Chain? Dan kalau sewaktu2 kalau Tuhan mengusir si Chain dari Dunia CiptaanNya, mau ke mana si Chain?
Salam http://economatic.wordpress.com/
emang adilnya Tuhan dengan adilnya manusia sama gituh?
hehe ,,, menurut ente gmn?
manusia yang sholeh berusaha untuk mendekati sifat2 Tuhan ,,, dalm artian seperti ini, sebagai contoh ,,, Tuhan Maha Adil … so, manusia yang baik juga akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi adil dalam kehidupannya ,,, dan, Tuhan juga menjelaskan donk pastinya cara berbuat adil … gmn? sama ga? beda donk ,,,