“No Picture Hoax!”


“No Picture Hoax!”

Rasa-rasanya lisan kita mudah sekali mengungkapkan kata-kata.

Ketika ada seorang teman menceritakan kisahnya dengan tulus, tiba-tiba kita katakan kepadanya, “No picture hoax!” Atau, “Biasa aja donk, heboh bener! Jangan pake urat!” Atau kata-kata sejenis lainnya.

Kita tidak pernah bisa merasakan apa yang dirasakan oleh hati teman kita tersebut setelah kita katakan, “No picture hoax!”

Bisa saja dia tersinggung. Mungkin dia terluka.

“Ya elah, gitu aja tersinggung! Biasa aja donk, sensi banget sih!” Lagi-lagi pembelaan diri yang kita lakukan.lisan

Aku merenung lagi hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya.”

Orang-orang beriman memang tercirikan pada hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.”

Ibnu Rajab rahimahullah juga menjelaskan, “Tidak ada perkataan yang bersifat pertengahan antara bicara dan diam. Yang ada, suatu ucapan boleh jadi adalah kebaikan sehingga kita pun diperintahkan untuk mengatakannya. Boleh jadi suatu ucapan mengandung kejelekan sehingga kita diperintahkan untuk diam.”

Ibnu Mas’ud ra juga pernah berkata, “Tidak ada di muka bumi yang lebih berhak untuk dipenjara dalam waktu yang lama daripada lisan.”

Masya Allah, betapa seringnya kita mengatakan hal-hal yang kita anggap remeh tapi merupakan perkara besar yang dapat mengantarkan kira pada murka Allah SWT.

Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah saw mengenai jaminan surga bagi orang-orang yang menjaga lisannya.

Aku ingin menutup dengan menyampaikan pesan Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”

Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda.”

Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya orang yang bangkrut  di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.”

Wallahua’lam …

Mohon maaf atas segala khilaf. Semoga Allah SWT memberikan kita kesabaran dan kekuatan untuk menjaga lisan kita sehingga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang diridhai-Nya. Amiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s