Penemuan Manuskrip Quran “Tertua”


Perbandingan naskah Quran yang ditemukan dengan Quran yang ada saat ini.

Perbandingan naskah Quran yang ditemukan dengan Quran yang ada saat ini.

Penemuan manuskrip Quran di Universitas Birmingham telah menjadi sebuah berita utama dunia baru-baru ini disebabkan manuskrip tersebut dianggap yang paling tua yang pernah ditemukan. [1] Hasil pengujian karbon pada manuskrip tersebut mengindikasikan bahwa manuskrip tersebut ditulis dalam skrip Hijaz dengan perkiraan waktu antara tahun 568 dan 645. Ada kemungkinan bahwa manuskrip tersebut ditulis pada masa sahabat Rasul Muhammad saw. Khalifah ketiga Islam, Utsman bin Affan, adalah yang pertama mengumpulkan seluruh Quran. Bagaimana perbandingan manuskrip Quran tersebut dengan Quran yang ada sekarang? Bila kita lihat, sangatlah identik. Tidak ada satu huruf pun yang tertukar. [2] Yang membedakan adalah harakat, karena yang pertama kali membubuhkan harakat dan tanwin dalam kalimat bahasa arab adalah Abul Aswad ad-Duali yang hidup setelah era sahabat Rasul Muhammad saw. Beliau melakukan ini ketika beliau menulis sebuah buku tentang belajar bahasa arab, dalam rangka meluruskan kekeliruan kalimat bahasa Arab yang umumnya diucapkan masyarakat. Ada juga yang mengatakan, Orang yang pertama memberi harakat dan tanwin adalah Nashr bin Ash al-Laith. Kemudian Khalil bin Ahmad al-Farahidi mengembangkan hal itu, dimana beliau membuat beberapa harakat yang diambil dari huruf. [3] Ummat Islam meyakini bahwa Quran adalah mukjizat dan Allah SWT yang menjaganya sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Al Hijr ayat 9,  “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Seberapa pentingkah penemuan ini?

Kita perlu ketahui akan adanya upaya-upaya penyerangan atas keontetikan Al Quran yang menggunakan metode seperti ini. Jika ada manuskrip Al Quran yang ditemukan dan sesuai dengan Al Quran yang sekarang ada, maka tidak ada masalah. Namun, bagaimana bila ternyata ditemukan manuskrip lain yang ternyata berbeda dengan Al Quran yang ada sekarang? Maka Al Quran yang sekarang inilah yang benar. Sehingga, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, siapakah yang menulisnya? [4] Itu yang perlu kita kaji. Bukankah demikian? Mengetahui siapa yang menuliskannya lebih penting dari mengetahui kapan waktu penulisannya.

Wallahua’lam …

Referensi:

  1. http://edition.cnn.com/2015/07/22/europe/uk-quran-birmingham-manuscript/
  2. http://ilmfeed.com/how-does-the-earliest-manuscript-of-the-quran-compare-to-todays-quran/
  3. http://www.konsultasisyariah.com/siapa-yang-memberi-harakat-al-quran/
  4. Dari Adam Kelwick, dari  Syeikh Dr. Ayman Suwaid

Tanggapan Untuk Web www.KitaPKS.com


10483143_1453050184963610_6120078253522095097_nIzinkan saya menanggapi keanehan yang dituduhkan oleh web http://kitapks.com/m/?%2Fbaca%2F74%2F terhadap web www.KawalPemilu.org ..

Web tersebut menyatakan:

================

Dan ini yang paling aneh..

Website ini ada akses lansung ke server KPU ?. Tunggu dulu, saya coba cek website http://pilpres2014.kpu.go.id/. Lansung cek ke unduhan per TPS. Tidak ada subdomain http://scanc1.kpu.go.id/ . Yang ada cuma link seperti ini : http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php?cmd=download&tps=1&kel_id=17381.

Pertanyaan paling besar adalah darimana para programmer mendapatkan domain http://scanc1.kpu.go.id/ apalagi mendapatkan file viewp.php . Url tersebut berguna untuk meload secara otomatis menggunakan skrip AJAX tampilan gambar C1 tanpa mendownload dahulu gambar C1. Apakah KPU tahu ini? ..

================

Tanggapan: Anda tidak perlu jadi programmer hebat untuk menemukan subdomain http://scanc1.kpu.go.id/. Ketika Anda bantu-bantu cek C1 di http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php dan Anda view scan, jika gambar telah muncul, bagi pengguna Mozilla Firefox, silakan klik kanan cursor pada gambar, dan copy image location, selanjutnya paste .. Maka Anda akan mendapatkan tautan berikut: http://scanc1.kpu.go.id/viewp.php?f=000000400104.jpg

Terima kasih ..

#KawalPemilu #NdaUsahNuduhYangAnehAnehDeh

Gwangju, 18 Ramadhan 1435 H

Memaknai Ketawadhuan


doa-tawadhu“Lo nggak tau siapa Gw?!&*!“

“Jika engkau merasa sombong karena tampannya wajahmu, ketahuilah, banyak orang yang lebih tampan darimu namun mereka tidak sombong.“

“Jika engkau merasa sombong karena kekayaanmu, ketahuilah, banyak orang yang lebih kaya darimu namun mereka tidak sombong.“

“Jika engkau merasa sombong karena berilmu, ketahuilah, banyak orang yang lebih berilmu darimu namun mereka tidak sombong.“

“Jika engkau merasa sombong karena jabatan atau gelar yang tinggi, ketahuilah, banyak orang yang memiliki jabatan atau gelar lebih tinggi darimu namun mereka tidak sombong.“

“Jika engkau merasa sombong karena besar dan banyaknya kontribusimu, ketahuilah, banyak orang yang berkontribusi lebih darimu namun mereka tidak sombong.“

“Ketahuilah, jika ada sebiji sawi kesombongan pada hatimu, sudah cukup untuk membuatmu tidak merasakan harumnya surga.“

Sesungguhnya sombong itu, kata Rasul, “Batharul haq wa ghamtunnaas“, “Menolak kebenaran dan merendahkan manusia.“

“Pernahkah kita menolak kebenaran dan merendahkan manusia karena sesuatu yang melekat pada diri kita?“

Allahummaghfirlanaa …

Renungan Jumat


“Jika seseorang tidak bersabar, maka ada masalah pada rasa syukurnya kepada Allah.“ ~ Andy Tirta via Nouman Ali Khan

“Our happiness is when we obey Allah.“ ~ Prof. Abdul Aty (Friday Discussion)

“Hidup itu rangkaian episode-episode. Sebaik-baik episode adalah yang membuat kita dekat Allah.“ ~ Aa Gym (Twitter)

“Perbuatan dosa yang membuat diri bertaubat sehingga menjadi dekat kepada Allah adalah lebih baik dari pada perbuatan ibadah yang membuat diri menjadi sombong.“ ~ Ibnu Athaillah (Kitab Al Hikam)

“Perbedaan itu ada bukan untuk saling menyakiti, tetapi untuk saling mengenal, saling memahami, saling menghormati.“ Hikmah Quran Surat Al Hujurat

Cinta dan Ukhuwah


Didoain brother sekampus dari Kairo merinding euy … Doa nya gini ..

“May Allah gather us in the top of paradise with the messenger and his companions ..”

Tetiba teringat wasiat Imam Al Ghazali ..

“Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, melainkan ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.”

Teringat juga kata-kata Fahd Djibran ..

“Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?”

Rasa Syukur


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan: ‘Jazaakallahu khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.”

~ HR Imam At Tirmidzi, An-Nasaai, Ibnu Hibban

Purnama Tersenyum di Langit Busan


purnama“Sofia, belakangan ini aku sering merenung, entah mengapa, disadari atau tanpa disadari, sering kali kita ini senang atau cenderung untuk menegur kekhilafan saudara kita dalam keramaian,” kata Aufa.

“Aku tak mengerti mengapa kita begitu sulit rasanya untuk berbicara langsung dengan saudara kita yang berbuat khilaf. Inginnya kita ceritakan kepada dunia tentang kesalahannya.”

“Padahal, Sofia, kita pun bukan makhluk tiada khilaf.”

“Mungkin kita lupa perkataan Ali bin Abi Thalib: Siapa lupa pada kesalahannya sendiri, kesalahan orang lain kan jadi besar teramati,” Aufa mengakhiri keluhnya pada Sofia.

“Aufa, aku rasa tidak sepenuhnya demikian. Mungkin saja kita dalam suatu titik merasa jengah untuk menegur langsung saudara kita. Sehingga kita tegur dalam keramaian. Mungkin saja cara itu lebih memiliki dampak yang signifikan,” terang Sofia.

“Tapi Sofia,” sanggah Aufa, “Bukankah bila cara itu dilakukan, saudara-saudara kita yang lain yang tidak tahu kekhilafan saudara kita, justru jadi mengetahuinya?”

Bersambung …

-= o O o =-

Udara dingin seakan enggan berhenti menyelip menelusuri ruang sempit di antara rajutan benang-benang sweaterku. Tanpa memberikan kesempatan sedikit pun bagi mataku untuk berkedip, udara dingin itu telah menjangkau ruas-ruas tulangku. Tiga tahun penantianku tiba juga. Akhirnya hari ini aku menginjakkan kedua kakiku di daerah sisa-sisa Kerajaan Silla. Konon Kerajaan Silla berhasil menaklukkan dua kerajaan besar seterunya, yaitu Goguryeo dan Baekje. Takluknya dua kerajaan tersebut mengakhiri masa tiga Kerajaan di Korea dan dimulailah era Silla Bersatu.

Sudah satu jam lebih berlalu setelah pesawat yang kutumpangi mendarat di Bandara Internasional Incheon. Tidak mengherankan jika Bandara Internasional Incheon memiliki predikat bandara terbaik di dunia. Rangka baja saling bersilang dan membentuk pola yang teratur di langit-langit terlihat begitu jelas dari tempat dudukku. Arsitektur bandara yang sangat indah dan berbagai fasilitas yang lengkap membuat hati kecilku kagum. Lingkungan bandara yang begitu bersih dan terjaga semakin membuatku terpukau.

Aku masih duduk sendiri ditemani secangkir teh gingseng hangat yang baru saja aku beli dari sebuah mesin minuman. Selang beberapa detik setelah tegukan terakhir teh gingsengku, aku dapat melihat dari kejauhan sosok seseorang yang aku nanti-nantikan. Gaya berjalannya, warna sepatunya, jaket tebal yang dikenakannya, dan tas pinggangnya. Tidak ada yang berubah darinya. Hampir dua tahun kami berpisah.
Continue reading