Senyum Manis di Wajahmu


smileMungkin saja kita belum pernah mendengar nama Lewis Urry sebelumnya. Boleh jadi nama Lewis Urry tidak sebesar nama Thomas Alva Edison. Walaupun kita tidak mengenal Lewis Urry, namun apa yang telah dilakukan Lewis Urry selama hidupnya dapat kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan ini. Beliaulah yang menemukan reaksi MnO2/Zn dengan elektrolit alkalin KOH. Kita menyebutnya dengan baterai alkalin. Lewis Urry dikenang sebagai “Bapak Alkalin”. Beliau memiliki lebih dari 50 paten termasuk diantaranya paten mengenai baterai lithium. Tidak perlu jauh-jauh, buka dan lihat saja HP, laptop, atau kamera yang ada disekitar kita, maka kita akan menemukan benda kecil bermanfaat yang disebut dengan baterai. Jika kita jalan-jalan ke Smithsonian Intitution Museum of American History yang berada di Washington, Amerika Serikat, kita akan menemukan prototipe baterai alkalin Lewis Urry disandingkan di dalam satu ruangan yang sama dengan lampu pijar Thomas Alva Edison. Terlepas dari masalah keimanan beliau, bayangkan saja jika seorang muslim yang menemukan reaksi tersebut. Ketika baterai mungil yang menjadi sumber daya HP atau laptop yang digunakan oleh milyaran manusia maka kebaikan tersebut akan mengalir dan terus mengalir. Kita menyebutnya dengan amal jariah.

Jika kita baca surat Ali Imran ayat 133 dan 134, Allah SWT berfirman,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang berinfaq,”

kita akan melihat betapa ampunan dan surga itu akan Allah SWT berikan kepada orang-orang yang bertaqwa, yang salah satu cirinya adalah berinfaq. Uniknya, Allah SWT tidak menyebutkan “berinfaq harta”. Makna berinfaq tersebut menjadi sangat luas. Jika kita tidak memiliki harta, kita dapat berinfaq dengan tenaga, pikiran, atau bahkan berinfaq waktu, dan lain sebagainya. Subhanallah! Sungguh Allah SWT Maha Adil. Orang yang tidak punya harta pun tetap memiliki peluang untuk berinfaq sehingga akan mendapat ampunan dan surga Allah SWT.

Lewis Urry meninggal dunia pada tahun 2004. Ya, hanya sekitar 8 tahun yang lalu. Bagaimana dengan Abu Al Qasim? Orang-orang barat memanggilnya dengan nama Abucasis. Beliaulah yang menulis buku medis yang menjadi rujukan dunia lebih dari 500 tahun. Tentunya buku-buku medis setelahnya pun juga merujuk kepada pemikirannya. Beliau menjabarkan lebih dari 300 penyakit beserta metode pengobatannya. Abu Al Qasim juga sangat dikenal dengan ilmu bedahnya. Bayangkan saja nilai-nilai kebaikan yang akan terus mengalir. Beliau meninggal dunia pada tahun 1013.

Lebih jauh ke belakang, bagaimana dengan Abu Al Aswad dan Al Khalil bin Ahmad? Pernahkah kita mendengar namanya? Suatu saat ada yang bertanya kepadaku, “Apakah kamu dapat membaca Al Qur’an tanpa harakat?” Subhanallah! Harakat telah memberikan kemudahan dalam membaca Al Quran. Entah betapa banyak kebaikan yang mengalir kepada Abu Al Aswad dan Al Khalil bin Ahmad setiap ada orang yang membaca Al Qur’an berharakat. Milyaran orang dikalikan dengan sekitar 1400 tahun tentunya. Beliau berdua lebih jauh lagi, hidup dalam era para sahabat Rasulullah saw.

Bila kita selami lebih jauh, apakah nama-nama tersebut berdiri sendiri? Sebut saja Lewis Urry dengan MnO2/Zn dan KOH. Tentunya penemu MnO2, Zn, dan KOH juga berperan di sana. Tidak hanya itu, mungkin juga Lewis Urry juga memiliki seorang office boy yang senantiasa menyediakan kopi di saat break time atau pun membersihkan peralatan dan ruang kerja Lewis Urry. Office boy tersebut ternyata juga mengambil bagian dalam ditemukannya reaksi MnO2/Zn dan KOH.

Apakah Abu Al Qasim juga sendiri? Aku rasa juga tidak. Bagaimana dengan Abu Al Aswad dan Al Khalil bin Ahmad? Ternyata ide harakat tidak lepas dari prakarsa Muawiyah bin Abi Sofyan, yang saat itu menjadi khalifah, dan Ziyad bin Abihi, yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Basrah.

Tidak terbatas pada lingkup kecil itu saja. Bisa jadi ibu-ibu di pasar yang menjual sayur-mayur itu mendukung proses penemuan reaksi MnO2/Zn dan KOH-nya Lewis Urry secara tidak langsung. Bahkan, salesman kertas juga memiliki keterkaitan dengan Teori Relativitasnya Albert Einstein.

Bisa jadi juga keberhasilan dan berbagai kenikmatan yang kita rasakan saat ini adalah sebab dikabulkannya doa orang lain oleh Allah SWT. Bahkan mungkin doa orang yang kita sama sekali belum pernah bertemu dengannya. Contohnya lagi, misalnya, doa tukang bubur langganan BJ Habibie untuk keberhasilan BJ Habibie. Ternyata BJ Habibie merumuskan Teori Habibie atau disebut juga dengan Teori Crack Propagation yang berhubungan dengan pesawat terbang. Tentunya kebaikan juga akan kembali kepada sang tukang bubur. 

Right, we are all connected! Makanya jangan heran jika Allah SWT menyatakan bahwa sebesar zarrah kebaikan akan ada balasannya. Bahkan satu kebaikan akan Allah SWT lipat gandakan tujuh puluh kali, seratus, seribu, dan entah sampai tak berhingga bagi yang Dia kehendaki. Sekecil apa pun kebaikan, efeknya sangat luar biasa. Jadi, janganlah kita meremehkan kebaikan, walau hanya tersenyum manis kepada saudara kita. Sebagaimana pesan Rasulullah saw tercinta yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan meski berupa senyum manis terhadap saudaramu.”

Senyumnya mannnaaa? ^^

Renungan Jumat


“Jika seseorang tidak bersabar, maka ada masalah pada rasa syukurnya kepada Allah.“ ~ Andy Tirta via Nouman Ali Khan

“Our happiness is when we obey Allah.“ ~ Prof. Abdul Aty (Friday Discussion)

“Hidup itu rangkaian episode-episode. Sebaik-baik episode adalah yang membuat kita dekat Allah.“ ~ Aa Gym (Twitter)

“Perbuatan dosa yang membuat diri bertaubat sehingga menjadi dekat kepada Allah adalah lebih baik dari pada perbuatan ibadah yang membuat diri menjadi sombong.“ ~ Ibnu Athaillah (Kitab Al Hikam)

“Perbedaan itu ada bukan untuk saling menyakiti, tetapi untuk saling mengenal, saling memahami, saling menghormati.“ Hikmah Quran Surat Al Hujurat

Rasa Syukur


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan: ‘Jazaakallahu khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.”

~ HR Imam At Tirmidzi, An-Nasaai, Ibnu Hibban

Purnama Tersenyum di Langit Busan


purnama“Sofia, belakangan ini aku sering merenung, entah mengapa, disadari atau tanpa disadari, sering kali kita ini senang atau cenderung untuk menegur kekhilafan saudara kita dalam keramaian,” kata Aufa.

“Aku tak mengerti mengapa kita begitu sulit rasanya untuk berbicara langsung dengan saudara kita yang berbuat khilaf. Inginnya kita ceritakan kepada dunia tentang kesalahannya.”

“Padahal, Sofia, kita pun bukan makhluk tiada khilaf.”

“Mungkin kita lupa perkataan Ali bin Abi Thalib: Siapa lupa pada kesalahannya sendiri, kesalahan orang lain kan jadi besar teramati,” Aufa mengakhiri keluhnya pada Sofia.

“Aufa, aku rasa tidak sepenuhnya demikian. Mungkin saja kita dalam suatu titik merasa jengah untuk menegur langsung saudara kita. Sehingga kita tegur dalam keramaian. Mungkin saja cara itu lebih memiliki dampak yang signifikan,” terang Sofia.

“Tapi Sofia,” sanggah Aufa, “Bukankah bila cara itu dilakukan, saudara-saudara kita yang lain yang tidak tahu kekhilafan saudara kita, justru jadi mengetahuinya?”

Bersambung …

-= o O o =-

Udara dingin seakan enggan berhenti menyelip menelusuri ruang sempit di antara rajutan benang-benang sweaterku. Tanpa memberikan kesempatan sedikit pun bagi mataku untuk berkedip, udara dingin itu telah menjangkau ruas-ruas tulangku. Tiga tahun penantianku tiba juga. Akhirnya hari ini aku menginjakkan kedua kakiku di daerah sisa-sisa Kerajaan Silla. Konon Kerajaan Silla berhasil menaklukkan dua kerajaan besar seterunya, yaitu Goguryeo dan Baekje. Takluknya dua kerajaan tersebut mengakhiri masa tiga Kerajaan di Korea dan dimulailah era Silla Bersatu.

Sudah satu jam lebih berlalu setelah pesawat yang kutumpangi mendarat di Bandara Internasional Incheon. Tidak mengherankan jika Bandara Internasional Incheon memiliki predikat bandara terbaik di dunia. Rangka baja saling bersilang dan membentuk pola yang teratur di langit-langit terlihat begitu jelas dari tempat dudukku. Arsitektur bandara yang sangat indah dan berbagai fasilitas yang lengkap membuat hati kecilku kagum. Lingkungan bandara yang begitu bersih dan terjaga semakin membuatku terpukau.

Aku masih duduk sendiri ditemani secangkir teh gingseng hangat yang baru saja aku beli dari sebuah mesin minuman. Selang beberapa detik setelah tegukan terakhir teh gingsengku, aku dapat melihat dari kejauhan sosok seseorang yang aku nanti-nantikan. Gaya berjalannya, warna sepatunya, jaket tebal yang dikenakannya, dan tas pinggangnya. Tidak ada yang berubah darinya. Hampir dua tahun kami berpisah.
Continue reading